Indonesia itu …

Indonesia menurut saia adalah sebuah negara yang terdiri dari beberapa pulau dan banyaknya air laut disekitarnya. Itulah sebabnya, Indonesia dinamakan sebagai Tanah Air bukan sebagai Mother Land atau Father Land. Itulah yang membedakan Indonesia dengan negara lainnya.

Saia yang terlahir sebagai Warga Negara Indonesia, merasa sangat bersyukur dengan kekayaan alamnya yang penuh dengan keanekaragaman hayati. Beragam budaya, bahasa dan kepercayaannya. Mayoritas dan minoritas saling berjalan beriringan, tanpa adanya perbedaan diantaranya.

Indonesia penuh dengan cerita yang mempesona. Bukan hanya sejarahnya, perkembangannya namun juga kemajuan pembangunannya. Tak jarang, anekdot-anekdot #PalingIndonesia pun turut meramaikan cerita. Contohnya:

  • Dongeng Malin Kundang
    Sebuah amarah seorang Ibu yang menyumpahi anaknya, Malin Kundang. “Dasar anak durhaka! Ibu kutuk kau menjadi batu, Malin!” Akhirnya, Malin Kundang pun menjadi batu besar dan ibunya menyesal saat mengutuknya menjadi batu besar. Seandainya dikutuk menjadi kulkas kan lebih bermanfaat saat musim kemarau, hehehe :D
  • Nyanyian juga ibarat berdoa
    Ada yang masih ingat lagu “Pulangkan saja.. Aku pada ibuku.. Atau Ayahku…“? Atau lagu “Jatuh bangun aku mengejarmu…” Atau juga “Kita berteman saja.. Teman Tapi Mesra…” Ternyata, apa yang pernah mereka nyanyikan, kejadiannya sama persis dengan kehidupan rumah tangga mereka. Percaya atau tidak, inilah Indonesia, dimana nyanyian juga ibarat sedang berdoa.
  • Kreativitas Tinggi
    Saking Indonesia-nya, masyarakatnya pun memiliki daya kreativitas yang tinggi. Saking kreatif-nya, banyak yang memanfaatkan pusat informasi sebagai iklan gratis. Perhatikan suara informasi yang dipancarkan melalui TOA (speaker pengeras suara), terkadang ada yang berbunyi “Perhatian-perhatian, di informasikan kepada bapak Fayyas pemilik toko online gajahpesingdotnet diharapkan segera menemui Ibu Dahlia di pujasera. Dompetnya ketinggalan. Terima kasih!“. Percayalah, itu memang nyata terjadi di Indonesia. :D
  • dan sebagainya yang tidak dapat diulas disini, karena berkaitan dengan SARA.

Indonesia memiliki banyak ragam makanan (kuliner), namun akan selalu kurang jika makan tanpanya. Ya! Anda benar! Krupuk! Walau bukan makanan pokok dan tidak resmi terdaftar sebagai makanan warisan bangsa Indonesia. Masyarakatnya akan merasa ‘kurang lengkap‘ jika belum memakan makanan pokok tanpa Krupuk.

Hanya di Indonesia, kulinernya muncul dengan beragam nama-nama makanan yang unik dengan cara kreatif khas masing-masing. Contohnya:

  • Ayam Tangkap
    Ada sebuah restoran di Aceh, menawarkan sebuah menu Ayam Tangkap. Sekilas mungkin bertanya-tanya, apakah harus menangkap terlebih dulu untuk menyantapnya? Ternyata tidak! Hanya beberapa potong ayam masak yang disajikan dibalik timbunan daun sayuran. Anda harus ‘berburu’ terlebih dahulu untuk menyantapnya dibalik rerimbunan sayuran. Rasanya pun sangat enak dan tentu saja kreatif! Simak ceritanya di Rahasia Dibalik Gurihnya Ayam Tangkap Aceh.
  • Mie Lendir
    Urusan lendir, bukan hanya berkaitan dengan syahwat saja, namun dalam makanan Indonesia juga ada. Masyarakat Pulau Batam, sangat menyukai sajian Mie Lendir. Sebuah masakan mie rebus yang berkuah kental rasa kacang, ditambah dengan taburan daun bawang dan irisan bawang goreng. Sangat pas disajikan hangat ditemani minuman teh/kopi tarik. Rasanya? Jangan ditanya deh.. Yang pasti sangat lezat! Kalao tidak percaya, silahkan simak tulisan Kuliner Batam – Mie Rebus Kuah Kacang alias Mie Lendir.
  • Warung Nasi Lonte
    Sekali lagi, ini bukan tentang syahwat, melainkan daya cipta kreasi masyarakat Indonesia dalam memaknai makanan. Di Medan, ada sebuah Warung Nasi Lonte. Berdasarkan narasumber, warung ini berjualan nasi lemak dan nasi sayur. Karena lokasinya yang berada di sekitar lokalisasi (tempat mangkal -maaf- Lonte/PSK), warga pun menyebutnya sebagai Warung Nasi Lonte. Bagaimana dengan rasa dan harga? Silahkan simak tulisan Nasi Lonte, Murah Enak.
  • Nasi Jancuk
    Surabaya adalah kota kelahiran saia, terkenal dengan kata-kata makian (kasar) dengan sebutan Jancuk. Demi mengenalkan kota Surabaya dengan ciri khasnya dimata Indonesia, Master Chef Eko Sugeng Purwanto dari Surabaya, menciptakan kreasi makanan dengan nama “Nasi Goreng Jancuk”. Ide awalnya pembuatannya sangat sederhana dan tak pernah terpikirkan sebelumnya. Hanya karena memaki temannya yang minta dibuatkan nasi goreng, terciptalah masakan Nasi Goreng Jancuk yang fenomenal saat ini. Ya! Hanya berawal dari sebuah makian “Jancuk rek, aku kesel!” (Jancuk teman, aku capek), kreativitas pun tercipta. Lebih jelasnya dapat menyimak tulisan Nasi Goreng Jancuk ala Surabaya Plaza Hotel.
  • Rawon Setan

    Masih di Surabaya, makanan ini menjadi pusat perhatian bagi beberapa orang. Bukan hanya di Surabaya, namun juga diluar kota Surabaya. Sekilas dari namanya memang mengundang beragam pertanyaan. Apakah terkait dengan dunia mistis yang tidak pernah lepas dari masyarakat Indonesia? Jangan membayangkan setan, makanan ini disebut Rawon Setan karena hanya buka pada malam hari. Rawon yang disajikan memiliki daging yang besar-besar dan empuk. Rasa kuah yang mantap dan sambal yang pedas akan Anda nikmati hingga suapan terakhir. Selain itu, tempe goreng, kerupuk dan teh panas akan menambah kelezatan dari seporsi Rawon Setan. Ulasan lebih lengkap dapat dilihat di tulisan Belum ke Surabaya Kalau Belum Coba Rawon Setan.
  • dan lain sebagainya, yang bakalan tidak pernah selesai tulisan ini jika ditulis semua.

Sekarang, bagaimana penilaian anda mengenai Indonesia? Yang jelas, kemajemukkan mereka tercitra dengan baik dalam kalimat “Bhineka Tunggal Ika” yang artinya “Berbeda-beda tapi tetap satu jua, yaitu Indonesia“. Merdeka!

referensi:

  • http://atjehpost.com/read/2012/04/02/5620/0/20/Rahasia-Dibalik-Gurihnya-Ayam-Tangkap-Aceh
  • http://www.banyumurti.net/2012/03/kuliner-batam-mie-rebus-kuah-kacang.html
  • http://www.medantalk.com/nasi-lonte-murah-enak/
  • http://www.kuliner-enak.web.id/2012/01/nasi-goreng-jancuk-ala-surabaya-plaza.html
  • http://travel.detik.com/read/2012/01/03/134035/1805583/1025/belum-ke-surabaya-kalau-belum-coba-rawon-setan

Incoming search terms:

Berbagi Tak Pernah Rugi
    • Tweet

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>