Home Sejarah Sejarah Gajah Mada, Masa Kecil, dan Peta Kerajaan

Sejarah Gajah Mada, Masa Kecil, dan Peta Kerajaan

Sejarah Gajah Mada, Masa Kecil, dan Peta Kerajaan

Banyak sumber sejarah terkait Gajah Mada yang dapat ditemukan di berbagai literatur Sejarah Gajah Mada. Hal yang paling mudah adalah literatur yang ditemukan di buku-buku Sejarah tentang kerajaan Majapahit yang merupakan masa di mana Gajah Mada berada dan memimpin sebagai Patih di Kerajaan.

sejarah gajah mada

Masih menjadi pertanyaan, bila di-suku-kan, berasal dari manakah Gajah Mada? Apapun itu ketokohan Gajah Mada masih kita dengar sampai sekarang dengan kualitas kepemimpinannya dalam memimpin sebuah kerajaan besar.

Sejarah Patih Gajah Mada

Dalam beberapa naskah seperti halnya Naskah Usana Jawa disebutkan bahwa Gajah Mada berasal atau dilahirkan di Pulai Bali. Ada pula kisahnya mengatakan bahwa Gajah Mada dilahirkan tanpa ayah dan ibu karena Ia terlahir oleh adanya kehendak Dewa.

Kisah ini bisa jadi hanya sebatas mitos saja atau karangan. Maksud tujuannya adalah dengan melebihkan keagungan seseorang agar lebih dihormati. Yang umum dilakukan adalah dengan mengaitkan kehebatan seseorang dengan mitos kelahiran atau keturunannya yang bukan berasal dari manusia biasa. Penggambaran seperti ini memang umum digambarkan di beberapa agama di dunia. Untuk menelaah mengenai hal ini, perlu ditemukan naskah asli dan ahli yang dapat menafsirkannya.

Lain lagi dengan ulasan di Babad Gajah Mada yang merupakan salah satu karya sastra di Bali pada zamannya. Ada sekelumit cerita romantika dalam karya sastra ini yang memunculkan keterkaitan dengan sejarah Gajah Mada. Dalam karya sastra ini diceritakan bahwa Gajah Mada dilahirkan di Desa Mada yang kemudian mengabdikan dirinya ke Kerajaan Majapahit. Awal kebersinaran Gajah Mada selain di mulai dari sejak masa kecil adalah ketika menikah dengan putri Mahapatih Majapahit kala itu yaitu Ken Bebed.

Ada juga kitab Jawa di Abad pertengahan yaitu Kitab Babad Arung Bondhan yang memberikan penjelasan mengenai asal-usul Gajah Mada. Dalam kita ini dikisahkan bahwa Gajah Mada merupakan anak dari Patih Lugender yang kemudian kedudukannya digantikan oleh anaknya, yaitu Gajah Mada. Dari beberapa penemuan prasasti, ditemukan bahwa Gajah Mada memiliki peran dalam kejayaan Kerajaan Majapahit pada periode Raja Hayam Wuruk.

Novel Sejarah Gajah Mada

Untuk mendapatkan cerita Sejarah Gajah Mada secara utuh, maka kita bisa mulai mencarinya melalui novel sejarah Gajah Mada. Dalam bentuk novel akan ada cerita terperinci mengenai waktu, tempat, dan latar belakang cerita lainnya.

Secara umum novel yang berkisah mengenai Gajah Mada menceritakan mengenai kehidupan Gajah Mada, tentunya seperti ke-khas-an pada Novel, akan terdapat penambahan bumbu-bumbu cerita yang dibuat untuk lebih mendramatisir jalannya cerita tersebut.

Sebutlah Novel Gajah Mada yang dibuat oleh Langit Kresna Hariadi. Novel ini menceritakan Gajah Mada sebagai sebuah simbol persatuan di Nusantara dan sebagai tokoh penting yang eksistensinya tak terbantahkan. Diceritakan mengenai ketangguhan sosok Gajah Mada yang memiliki kejiwaan dan emosional yang baik sehingga dapat membawa Maja Pahit ke masa kejayaannya.

Ada beberapa seri yang diluncurkan dalam novel sejarah Gajah Mada ini, antara lain:

  • Gajah Mada
  • Takhta dan Angkara
  • Hamukti Palapa
  • Perang Bubat
  • Madakaripura Hamukti Moksa

Keindahan alam masa lalu merupakan hal yang diceritakan sebagai salah satu latar belakang dari novel ini. Ada pula penambahan tokoh-tokoh fiksi yang semakin memperkaya cerita dalam novel ini.

Sejarah Gajah Mada Masa Kecil

Dari referensi Wikipedia diceritakan bawah Gajah Mada menjadi patih atau menteri besar pada masa Ratu Tribhuwanatunggadewi untuk kemudian diangkat menjadi Perdana Menteri atau Amangkubhumi yang membawa Majapahit ke masa jayanya. Sumpah Palapa merupakan perkataan Gajah Mada yang sangat terkenal hingga saat ini dan dijadikan sebagai nama-nama satelit di Indonesia.

Masa kecil Mada dimulai ketika Ia dilahirkan di Desa Mada (Madakaripura). Pada saat itu Gajah Mada dipelihara oleh seorang mahayogi yang bernama Ki Hanuraga atau juga dikenal sebagai Bagawan Hanuraga. Sebelum bernama Gajah Mada, nama kecilnya adalah I Dipa dan memanggil Ki Hanuraga dengan sebutan Eyang Wungkuk. Selain belajar ilmu ketatanegaraan, Gajah Mada kecil juga belajar ilmu kanuragan ke Eyang Wungkuk ini.

Raden Wijaya

Berbicara tentang Gajah Mada tentunya tak lengkap bila tidak berbicara tentang Majapahit dan pendirinya. Dikenal sebagai Raden Wijaya – adalah orang yang pertama kali mendirikan kerajaan Majapahit. Raden Wijaya sejatinya merupakan calon dari Raja Ke-27 Kerajaan Sunda Galuh. Namun beliau lebih memilih untuk mendirikan Kerajaan Majapahit setelah tewasnya raja Kertanegara, yang merupakan raja Singhasari terakhir.

Peta Kerajaan Maja Pahit

Ada beberapa sumber yang menceritakan mengenai peta kerajaan Majapahit. Peta ini sebenarnya mengacu kepada wilayah-wilayah yang tergabung ke dalam kekuasaan Majapahit.

peta kerajaan majapahit

Dalam beberapa prasasti diceritakan bahwa ada 21 bagian wilayah dalam Kerajaan Majapahit. Negara-negara tersebut antara lain: Keling, Kalingapura, Kahuripan, Tanjungpura, Pajang, Kembangjenar, Wengker, Kabalan, Tumapel, Pandansalas, Paguhan, Pamotan, Mataram, Lasem, Pakembangan, Daha, Jagaraga,  Singhapura, Matahun, Wirabhumi, , dan Pawawanawwan.

Saat ini masih merupakan perdebatan para ahli sejarang mengenai letak batas-batas wilayah tersebut.